Asal-Usul Islam Di Nusantara


Asal-usul Islam di Nusantara dan Perdebatan
Islam merupakan agama yang menyembah kepada Tuhan yang Esa, yaitu Allah, Agama Islam lahir di Arab pada awal abad ke-7 dan dengan cepat menyebar ke seluruh Timur Tengah dan kemudian seluruh dunia.
Qur’an menggambarkan Islam sebagai kelanjutan tradisi hanif, suatu kepercayaan monoteisme Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, dan Nabi-Nabi pendahulu lain dari kepercayaan orang-orang semit. Penganutnya percaya, dan yakin bahwa Agama ini diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad yang merupakan Nabi terakhir di antara nabi-nabi yang dikirimkan kepada umat manusia; tidak ada Nabi lain setelahnya.
Asal-usul Islam di Nusantara tampaknya masih kabur karena kurangnya bukti yang dapat diandalkan dan diperoleh pada zamannya. Secara umum dianggap bahwa para pedagang dan barangkali para pengelana dari daerah-daerah yang sudah mengalami pengislaman, pernah melakukan kunjungan ke Indonesia bertanggung jawab atasnya. Meski demikian, tidak ada bukti yang lengkap untuk mengetahui bagaimana perkembangan masyarakat Islam sampai dengan akhir abad ke-13.
Islam hadir secara nyata di Nusantara pada akhir abad ke-13. Dari Pasai, Sumatra Utara, Islam lalu menyebar ke bandar lain di Nusantara; Indonesia, Semenanjung Malaya, dan Filipina selatan.
Pada akhir abad ke-14, Islam mengubah kepercayaan di Nusantara hingga jauh ke Trowulan, Jawa Timur. Perubahan agama para penguasa Malaka awal abad ke-15 sangat berpengaruh dalam persebaran Islam ke bandar-bandar di sepanjang jalur perdagangan ke sumber rempah-rempah di Maluku.
Ketika Portugis datang tahun 1509, Islam masih menjadi agama minoritas, terbatas pada masyarakat pedagang di beberapa daerah kantong bandar niaga. Perluasan Islam terjadi pada abad ke-16, ketika agama itu secara bertahap dikenal di antara petani desa pedalaman Jawa, Sumatra, dan Pulau lain.
Proses perubahan agama itu bukan merupakan suatu peristiwa tersendiri dengan suatu penyebab, namun suatu rangkaian peristiwa yang dipengaruhi berbagai hal yang sangat kompleks.
Dalam beberapa contoh keputusan penguasa untuk berganti agama segera diikuti oleh rakyatnya; sedang contoh lain sejumlah besar masyarakat tampak berubah lebih dahulu dan diikuti penguasa mereka sebagai tindakan yang terdorong oleh pertimbangan politis.
Pembawa agama berbeda di beberapa bagian di Indonesia; kadang-kadang mualim, pedagang islam, atau keturunan campuran, yang lain para prajurit yang melakukan penaklukan, atau ulama berpengaruh dari kekuatan kerajaan.
H.J. de Graaf lebih jauh melihat proses islamisasi di Asia Tenggara terjadi melalui tiga metode yang berlangsung secara kronologis yaitu: oleh para pedagang dalam proses yang damai, oleh para wali dan orang suci yang telah datang dari negeri-negeri Islam yang memang bertujuan untuk mengislamkan, dan terakhir jalan kekerasan yang memaklumkan terjadinya perang bagi kerajaan-kerajaan penyembah berhala.
Berdasarkan batu nisan yang paling awal, seperti Malik Ibrahim (1419) dari Gresik, Jawa Timur, memiliki persamaan dengan makam-makam dari tanah Gujarat, dan beberapa menyatakan bahwa itu memang didatangkan dari Gujarat, India barat laut, maka disimpulkan bahwa Nusantara di-islamkan dari Gujarat.
Para Peneliti lain menyatakan bahwa selain peran utama yang dilakukan oleh orang-orang dari wilayah India, pengislaman juga dilakukan oleh orang Arab, Persia, dan bahkan oleh orang Islam dari Cina.
Selanjutnya penyebaran Islam di Nusantara sering dikaitkan dengan peningkatan perniagaan. Islam memang mengandung banyak aturan yang berkaitan dengan perniagaan dan bagaimanapun tradisi perdagangan mereka merupakan bagian dari ajaran Islam.
Pada saat itu Nusantara merupakan persimpangan utama perdagangan internasional, ada kemungkinan pula bahwa orang Islam dari berbagai wilayah dunia Islam lain muncul dan berperan dalam penyebaran Islam Nusantara—juga disebarkan oleh orang Islam dari daerah lain di Nusantara yang telah memeluk Islam.
Pengertian bawa Islam tersebar dengan cara perdagangan menjadi perdebatan di kalangan para peneliti, masing-masing mendasarkan pada argumentasi tertentu. Tidak dapat diragukan peran penting perdagangan dan para pedagang, karena dengan cara inilah hubungan terbangun antara Nusantara dan dunia Islam.
Namun karena barangkali para pedagang dari wilayah yang kemudian menjadi basis islam itu telah ada di Nusantara selama berabad-abad sebelum Islam itu sendiri hadir, maka jalur perdagangan jelas bukan merupakan penjelasan yang memuaskan.
Awal penyebaran Islam di Nusantara jika dikaji lebih jauh bersamaan dengan masa-masa kebangkitan spiritualitas Islam (sufi) yang menjadi kekuatan utama dunia Islam waktu itu, dan ada bukti jelas untuk beranggapan bahwa mungkin sufi ini berperan penting dalam pengislaman di Nusantara.
Perubahan sosial-keagamaan di beberapa daerah tampaknya berlangsung bukan karena pengislaman semata tetapi juga karena adanya pemeluk Islam dari negeri asing yang menetap di Nusantara dan hidup berdagang, dan akhirnya seiring dengan perubahan waktu mereka menjadi penduduk tetap karena telah menikah dan beranak-pinak di Nusantara.
Di beberapa daerah terutama Sulawesi Selatan dan pedalaman Jawa, Islam menyebar lewat keunggulan kerajaan bercorak Islam yang menguasai wilayah sekitarnya dan mengalahkan kerajaan-kerajaan dengan corak agama sebelumnya. Di samping berfungsi sebagai pusat kekuatan sosial-politik dan ekonomi, kerajaan-kerajaan Islam juga memberi payung yang di bawahnya tumbuh subur bidang pengetahuan; filsafat, pendidikan, dan ilmu pengetahuan.
                              Hasil gambar untuk perkembangan islam di nusantara

Setelah menjelaskan mengenai asal-usul islam d nusantara, kami akan menjelaskan hal lain yang masih ada kaitannya dengan islam. Masjid merpakan sebuah bangunan yang digunakan sebagai tempat beribadah bagi umat islm. Dalam sebuah masjid tentunya kita dapat menjumpai berbagai macam perlengkapan masjid. Dan salah satunya jam digital masjid. Dalam menggunakan jam digital masjid sendiri kita perlu men-setting terlebih dahulu. Biasanya kita akan menjumjpai buku panduan untuk men-setting jam digital masjid tersebut. Namun bagi anda yang ingin tahu lebih lanjut lagi mengenai cara setting jam digital masjid merk kris maupun engenai produk jam digital masjid Smart Techno, dapat mengunjungi laman website kami di www.jadwaldigital.com


Sumber::

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tokoh Penyebar Islam Di Nusantara

Teori Masuknya Islam di Indonesia

Sejarah Wali Songo